Search

Selasa, 10 November 2015

Wahai Pria, Sanggupkah Kau ? (Sebuah Kisah)

Seorang pria beristeri tanpa sengaja berkenalan dengan seorang gadis di sebuah kantin kompleks perkantoran, karena ada urusan pekerjaan merekapun tukeran PIN BB.

Malam harinya si gadis mulai BBM si pria :
Gadis : Mas hebat ya. Punya usaha sendiri, sukses pula
Pria : Terima kasih ya:)
Esoknya si gadis menelpon sekedar say hallo.
Gadis : Kapan ya mas, kita makan bareng lagi?
Pria : Oke kapan aja boleh

Setelah itu mereka masih sering berhubungan melalui BBM dan telepon, sesekali juga janjian pergi makan siang bareng.
Hari-hari berlalu, tiada hari tanpa kontak antara mereka. Sampai suatu hari, si gadis BBM, isinya adalah :

"Mas... Sebenarnya aku mencintaimu , aku tau kamu udah punya keluarga, tapi aku mau menerima kondisi sebagai isteri ke-2, aku siap mas dan maaf aku mengganggu perasaanmu."
Dengan berat hati pria itu menjawab : "Dik, aku mengerti dan paham maksudmu, tapi dengan berat hati aku harus jawab TIDAK! Aku tau kamu memang cantik, dan aku yakin semua lelaki pasti mengatakan tubuh dan parasmu elok dan cantik.
Tapi, tahukah kamu kenapa aku bisa tampil baik dan hingga usahaku sukses? Itu semua karena dorongan dan semangat isteriku.
Sungguh sangat berdosa kalau aku harus berselingkuh dengan seseorang yang hanya mengagumiku, karena tau kalau aku sekarang udah sukses.
Kamu menyukai aku tidak ikhlas, kamu hanya melihat tampilanku semata. Padahal ada seseorang yang tersayang di rumah yang telah bersusah payah mendorong aku agar selalu tampil sebaik mungkin, dia adalah isteriku tercinta.
Kalau kamu menyukai aku, artinya kamu tinggal memetik hasilnya, dan cara ini tidak pernah abadi.
Taukah kamu bahwa aku memulai ini dari nol dan isteriku yang selalu mendampingiku di kala susah, terpuruk dan sukses seperti ini.
Taukah kamu bahwa isteriku yang selalu mendoakan kesuksesanku hingga aku bisa menjadi seperti ini. Kamu memang cantik, tapi hati isteriku lebih cantik.
Terima kasih atas cintanya, maaf aku tidak bisa membalas seperti kehendakmu."

Wahai pria, sanggupkah kau seperti kisah di atas ??

Rabu, 28 Oktober 2015

Jaga 7 Sunnah Rasulullah SAW

"Cerdasnya orang yang beriman adalah dia yang mampu mengolah hidupnya yang sesaat, yang sekejap untuk hidup yang panjang. Hidup bukan untuk hidup, tetapi hidup untuk Yang Maha Hidup. Hidup bukan untuk mati, tapi mati itulah untuk hidup."

Kita jangan takut mati, jangan mencari mati, jangan lupakan mati, tapi rindukan mati. Karena, mati adalah pintu berjumpa dengan ALLAH SWT. Mati bukanlah cerita dalam akhir hidup, tapi mati adalah awal cerita sebenarnya, maka sambutlah kematian dengan penuh ketakwaan.

Hendaknya kita selalu menjaga tujuh sunnah Nabi setiap hari. Ketujuh sunnah Nabi SAW itu adalah:
  1. Pertama : Tahajjud, karena kemuliaan seorang mukmin terletak pada tahajjudnya.
  2. Kedua : Membaca Al-Qur'an sebelum terbit matahari Alangkah baiknya sebelum mata melihat dunia, sebaiknya mata membaca Al-Qur'an terlebih dahulu dengan penuh pemahaman.
  3. Ketiga : Jangan tinggalkan masjid terutama di waktu shubuh. Sebelum melangkah kemana pun langkahkan kaki ke masjid, karena masjid merupakan pusat keberkahan, bukan kerana panggilan muadzin tetapi panggilan ALLAH yang mencari orang beriman untuk memakmurkan masjid ALLAH.
  4. Keempat : Jaga sholat dhuha, karena kunci rezeki terletak pada solat dhuha.
  5. Kelima : Jaga sedekah setiap hari. ALLAH menyukai orang yang suka bersedekah, dan malaikat ALLAH selalu mendoakan kepada orang yang bersedekah setiap hari.
  6. Keenam : Jaga wudhu terus menerus karena ALLAH menyayangi hamba yang berwudhu. Kata khalifah Ali bin Abu Thalib, "Orang yang selalu berwudhu senantiasa ia akan merasa selalu solat walau ia sedang tidak solat, dan dijaga oleh malaikat dengan dua doa, ampuni dosa dan sayangi dia ya ALLAH".
  7. Ketujuh : Amalkan istighfar setiap saat. Dengan istighfar masalah yang terjadi kerana dosa kita akan dijauhkan oleh ALLAH.
Dzikir adalah bukti syukur kita kepada ALLAH. Bila kita kurang bersyukur, maka kita kurang berzikir pula, oleh karena itu setiap waktu harus selalu ada penghayatan dalam melaksanakan ibadah ritual dan ibadah ajaran Islam lainnya. Dzikir juga merupakan makanan rohani yang paling bergizi, dan dengan dzikir berbagai kejahatan dapat ditangkal sehingga jauhlah umat manusia dari sifat-sifat yang berpangkal pada materialisme dan hedonisme.

Maka dari itu mari kita jaga sunnah kita ya sahabat :) .

Selasa, 27 Oktober 2015

Menghormati Orang Yang Lebih Tua "Wajib Hukumnya"

Sahabatku.
Islam sangat menganjurkan kepada pemeluknya untuk menaruh rasa hormat terhadap orang yang lebih tua dan menyayangi mereka yang lebih muda. Ini merupakan wujud dari akhlaqul mahmudah.

Banyak kaum muslim akhir-akhir ini yang kurang memberikan perhatian dalam penghormatan terhadap yang lebih tua dan kurang memberikan kasih sayang terhadap yang lebih muda. Sehingga ini memberikan pencitraan yang kurang baik terhadap Islam itu sendiri.

Dalam hal ini ada sebuah hadits diriwayatkan oleh Imam Ahmad dan juga oleh Al-Hakim bahwa Rasulullah Saw bersabda: 
"Barangsiapa tidak menaruh hormat pada orang yang lebih tua di antara kami atau tidak mengasihi yang lebih muda, tidaklah termasuk golongan kami"
Pernyataan dari Rasulullah Saw ini diharapkan dapat memberikan lecutan dan semangat agar hormat-menghormati dan sayang menyayangi menjadi bagian hidup kaum muslim dalam kehidupan sehari-hari. Karena dengan saling menghormati dan menyayangilah suasana harmonis, damai, rukun, dan kekeluargaan akan terpancar dalam kehidupan kaum muslim.

Kita masih ingat bagaimana Sayyidina Ali bin Abi Thalib Karramahullaahu Wajhah menghormati seorang lelaki tua yang notabene adalah orang Yahudi. Padahal waktu itu Sayyidina Ali r.a., sedang tergesa-gesa berangkat shalat shubuh berjamaah bersama Rasulullah Saw. Namun dalam ketergesaannya itu, di depan Sayyidina Ali r.a., ada seorang tua dengan tongkat berjalan dengan tertatih-tatih. Di tangannya memegang lentera untuk menerangi jalannya.

Sayyidina Ali r.a., tidak lantas mendahului orang tua itu, melainkan ia berjalan di belakangnya. Karuan saja sayyidina Ali terlambat datang berjamaah di masjid. Sayangnya, ternyata lelaki tua itu tidak ikut masuk ke masjid untuk shalat shubuh, karena lelaki tua itu ternyata adalah seorang Yahudi.
Ketika masuk masjid, Sayyidina Ali r.a., menjumpai Rasulullah sedang rukuk. Memang waktu itu Rasulullah Saw memanjangkan rukuknya sehingga Sayyidina Ali r.a., dapat shalat shubuh berjamaah bersama dengan Rasulullah Saw menjadi makmum.

Seusai melaksanakan shalat, Sayyidina Ali bertanya kepada Rasulullah Saw, kenapa Rasulullah memanjangkan rukuknya dan itu belum pernah dijumpai oleh Sayyidina Ali r.a., sebelumnya.
Rasulullah Saw menjawab, bahwa ketika ia rukuk, sebelum kepalanya tegak, malaikat Jibril menekan punggungnya sampai lama. Setelah lama menekan punggung Rasulullah, Rasulullah baru bisa mengangkat kepalanya membaca iktidal.

Mendengar itu, Sayyidina Ali r.a., menceritakan peristiwa yang baru saja dialami ketika hendak berangkat ke masjid untuk melaksanakan shalat shubuh berjamaah. Rupanya Allah SwT memberikan isyarat kepada Rasulullah Saw agar Sayyidina Ali dapat ikut berjamaah.
Dalam riwayat lain yang sangat mengagumkan adalah bahwa malaikat Mikail diperintahkan untuk memperlambat laju matahari hanya agar Sayyidina Ali dapat ikut shalat berjamaah bersama Rasulullah Saw.

Begitulah seorang sahabat, menantu, salah satu Khalifah umat Islam dan orang yang termasuk ahli surga sesuai dengan janji Rasulullah Saw, menghormati orang yang lebih tua, meskipun orang tua itu beragama Yahudi, bukan beragama Islam. Di sinilah letak indahnya agama Islam jika dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Dunia akan harmonis tanpa kekacauan dengan mengamalkan sebuah ajaran “Menghormati yang lebih tua dan menyayangi yang lebih muda.” Wallaahu a’lam.

luvne.com resepkuekeringku.com desainrumahnya.com yayasanbabysitterku.com